Koperasi merupakan organisasi ekonomi yang berwatak sosial. Oleh karena itu, harus ditopang oleh sendi dasar bekerja yang kuat. Sendi-sendi dasar koperasi dirumuskan sebagai berikut (H.Maksum Habibi dan H. Sulaeman):

  1. Sifat keanggotaan yang suka rela dan terbuka untuk setiap warga negara Indonesia. Suka rela mengandung arti kemauan dan kehendak sendiri tanpa adanya paksaan atau pengaruhb dari orang lain. Menjadi anggota koperasi sebaiknya timbul dari kesadaran diri sendiri, sehingga kecuali dapat menolong dirinya sendiri juga dapat menolong orang lain. Terbuka berarti bahwa koperasi sebagai organisasi ekonomi bersifat terbuka dan demokratis,bukan untuk suatu golongan tertentu, tetapi untuk semua warga negara Indonesia.
  2. Rapat anggota merupakan kekuasaan tertinggi dalam organisasi koperasi. Hal ini mencerminkan demokrasi dalam kehidupan koperasi. Koperasi didirikan bersama berarti milik bersama dan untuk kepentingan bersama pula. Setiap anggota memiliki hak dan kewajiban yang sama, baik dalam perencanaan maupun keputusan yang diambil dalam rapat anggota.
  3. Pembagian sisa hasil usaha diatur menurut jasa masing-masing anggota. Pembagian itu diatur sesuai dengan jasa yang diberikan oleh anggota koperasi. Makin banyak jasa yang diberikan kepada koperasi makin besar ia menerima kembali jasa itu.
  4. Ada pembagian kesejahteraan anggota khususnya dan masyarakat pada umumnya. Sesuai dengan fungsi ekonomi, koperasi mengutamakan kesejahteraan hidup para anggotanya. Bunga atas modal setinggi-tingginya sama dengan bunga yang dibayarkan oleh Bank Pemerintah.
  5. Mengembangkan kesejahteraan anggota khususnya dan masyarakat pada umumnya. Sesuai dengan fungsi ekonomi, koperasi mengutamakan kesejahteraan hidup para anggotanya. Di samping itu, karena koperasi adalah organisasi yang berwatak sosial, maka tidak boleh melupakan kepentingan umum, yaitu harus turut membantu pembangunan masyarakat yang sedang berlangsung.
  6. Usaha dan ketatalaksanaannya bersifat terbuka. Koperasi didirikan dan diusahakan oleh para anggota. Oleh karena itu, segala gerak dan kepengurusan koperasi harus sepengetahuan serta terbuka untuk seluruh anggota.
  7. Swadaya, swakerta, dan swasembada sebagai pencerminan prinsip dasar dari percaya pada diri sendiri. Prinsip percaya pada diri sendiri merupakan modal utama dalam mendorong setiap cipta, karya, dan karsa koperasi. Koperasi sebagai lembaga ekonomi rakyat harus mampu berswasemdaya (berusaha sendiri), berswakarya (membuat sendiri) dan berswasembada (mencukupi kebutuhan sendiri). Prinsip dasar di atas dapat pula disebut sebagai prinsip individualitas dan solidaritas. Yang dinamakan individualitas ialah kesadaran akan harga diri, sedangkan solidaritas ialah setia bersekutu atau setia kawan. Dengan demikian, setiap anggota koperasi dengan modal percaya diri sendiri akan mampu mengatasi dan meningkatkan taraf hidupnya.

Disarikan dari buku: Akuntansi untuk Koperasi, Penulis: Drs. Amin Widjaja Tunggal, Ak.MBA, Hal : 10 – 12.