Pada umumnya orang berpendapat bahwa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa cukup dengan mengusahakan peningkatan produksi desa. Menurut penulis cara seperti ini kurang tepat dan mempunyai banyak kelemahan di antaranya ialah bahwa tidak mungkin semua kebutuhan akan diproduksi sendiri, serta peningkatan produksi yang tanpa dibarengi dengan marketing yang baik tidak akan membawa kea rah peningkatan kesejahteraan tetapi justru akan menambah beban dan merugikan penduduk desa sendiri.

Peningkatan kesejahteraan tidaklah cukup hanya dengan meningkatkan produksi saja akan tetapi yang lebih penting adalah memberikan jaminan bahwa hasil produksi akan selalu dapat disedot oleh pasar dengan harga yang baik. Sebab hal demikian ini dapat menjadikan perangsang bagi penduduk desa untuk berproduksi. Produksi yang selalu dapat disedot oleh pasar dengan harga yang baik berarti keuntungan bagi produsen, yang berarti pula bahwa kontinuitas untuk berproduksi akan terjamin.

Dalam hal ini pemerintah perlu memberikan bantuan-bantuan kepada penduduk desa agar hasil produksinya selalu dapat diserap oleh pasar. Oleh karenanya cara untuk lebih meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa adalah mengadakan bantuan-bantuan dalam bidang marketing kepada produsen-produsen ini tidak berarti bahwa bantuan dalam bidang produksi dihentikan hanya mengalihkan prioritas dalam bantuan dari produksi ke marketing.

Mengapa kita harus lebih mengutamakan marketing daripada produksi? Marketing dapat mendorong peningkatan produksi tetapi produksi tidak membantu (menjamin) bahwa hasil produksi itu dapat dijual. Dapat memproduksi tanpa dapat menjual adalah usaha yang sia-sia belaka.

Karena itu bantuan dalam bidang produksi harus disesuaikan dengan kemampuan marketing atau dalam kata lain kita harus lebih mengutamakan marketing baru kemudian kita membahas persoalan-persoalan produksinya.

Pada saat ini orang akan bangga bila mendengar bahwa di desa telah dibangun ini dan itu, atau di desa telah dapat menghasilkan sekian ton. Sesungguhnya kita tidak usah bangga kalau hasil yang telah dicapai itu tanpa didahului atau dibarengi dengan adanya lembaga-lembaga marketing yang baik, yang dapat menjamin bahwa hasil produksi di desa tersebut akan selalu dapat disedot oleh pasar, dengan harga yang baik pula. Semua hasil pembangunan fisik dan hasil produksi yang tinggi dan berantakan tanpa adanya marketing yang baik bagi desa tersebut.

Seharusnya kita harus lebih bangga bila mendengar bahwa di desa telah terbentuk KUD; BUUD; atau bentuk perusahaan yang lain yang bermodalkan sekian juta rupiah dan telah dapat membantu penduduk desa dalam menjual hasil produksinya. Desa-desa yang telah mempunyai lembaga-lembaga dan metode-metode marketing yang baik maka cerahlah masa depan desa tersebut. Sedangkan desa yang telah dapat memproduksi dan membangun dalam arti fisik saja tanpa dibarengi dengan pembangunan dalam bidang marketing, maka pembangunan itu adalah semu adanya.

Disarikan dari buku: Manajemen Koperasi edisi 5, Penulis: Prof. Dr. Sukanto Reksohadiprodjo, M.Com. Hal : 90 – 91