Seperti apa yang dikemukakan oleh Harry S. Freedman manajemen usaha-usaha kecil itu biasanya “terlalu banyak yang hendak/harus dikerjakan tetapi terlalu sedikit waktu yang tersedia”. Ini mungkin karena soalnya begitu pelik atau mungkin yang mengerjakannya tidak mempunyai kapasitas/kemampuan untuk itu baik diukur dari kegiatan-kegiatannya (actions) maupun dari batasan waktu yang sebenarnya. Diakui bahwa memang terdapat batasan-batasan dana, waktu dan personalia dalam badan-badan usaha yang relatif kecil termasuk koperasi.

Tentu saja semua ini merupakan bahwa koperasi tidak/belum menjalankan prinsip-prinsip/dasar-dasar manajemen yang dikemukakan oleh Henri Fayola tau oleh Koontz O. Donnel dan oleh karenanya “tentu saja” susah hidupnya. “Penertiban” yang dilakukan oleh Departemen Koperasi dan PPK mungkin berdasarkan faktor-faktor itu. Tetapi marilah dihayati hal esensial apa yang perlu dilakukan.

Dasar-dasar manajemen menurut:

Henri Fayol

  1. Pembagian kerja
  2. Kekuasaan dan tanggung jawab
  3. Disiplin
  4. Kesatuan perintah
  5. Pengarahan
  6. Subordinasi kepentingan golongan
  7. Renumerasi/insentif/motivasi
  8. Sentralisasi
  9. Hubungan skalar
  10. Perintah
  11. Kesamaan
  12. Stabilitas
  13. Inisiatif
  14. Esprit de Corps

Koontz and O’Donnell

  1. Pembagian kerja
  2. Kekuasaan dan tanggung jawab
  3. Kesatuan perintah
  4. Pengarahan
  5. Kesatuan tujuan
  6. Keseimbangan
  7. Hubungan scalar
  8. Batasan fungsi
  9. Efisiensi
  10. Span of management
  11. Management by exception
  12. Pembinaan laporan
  13. Feasibility
  14. Kontinuitas
  15. Kepemimpinan

Koperasi jelas tidak berdasar kriterium “keuntungan”. “survival”-lah kiranya dapat dalam hal ini dijadikan ukuran “kepuasan” usaha. Oleh karena itulah hal yang praktis kiranya perlu dikemukakan di sini.

Disadari bahwa lingkungan koperasi itu berubah-ubah. Manajemen koperasi (cq. pengurus) harus selalu menyadari perubahan-perubahan ini. Ini dipengaruhi oleh pendidikan, latihan serta pengalaman. Kita mengetahui bahwa perubahan-perubahan itu meliputi kompleksa yang mungkin tidak dapat dikuasai oleh (pengurus) koperasi. Oleh karena itu koperasi harus mengubah pendekatan “manajerial”-nya terhadap perubahan-perubahan yang cepat ini.

Kalau menggunakan “konsultan” atau bimbingan direktorat mungkin tidak ada “dana” dan “waktu” maka jelas pendekatan soal harus dilakukan sendiri oleh koperasi. Apa yang harus dilakukan itu ialah berusaha meneliti pola-pola (perubahan) data. Apa yang menyimpang dari pola ini saja yang perlu diperhatikan sehingga tindak lanjutnya dibatasi gerakannya, dengan demikian strategi, kebijaksanaan dan taktik dapat diarahkan.

Kita mengetahui bahwa proses usaha di dalam koperasi itu sama saja dengan apa yang terjadi dalam badan-badan usaha yang lain yaitu meliputi proses pemasaran, apapun jenis koperasinya. Proses usaha ini ditujukan untuk mencapai tujuan koperasi. Adapun fungsi-fungsi manajemen ialah merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan, mengkoordinasikan, mengawasi proses tersebut agar tujuan dapat lebih cepat/lancar dicapai.

 

Disarikan dari buku: Manajemen Koperasi edisi 5, Penulis: Prof. Dr. Sukanto Reksohadiprodjo, M.Com. Hal : 65 – 67