Koperasi yang dikelola secara baik, kita sering mendapatkan satu istilah penataan, yakni Zero Cash Arrangement (ZCA) atau penataan Kas yang Kosong. Di sini diartikan dengan jumlah simpanan yang masuk ke koperasi harus terus-menerus dapat disalurkan secara cepat dalam bentuk-bentuk pinjaman kepada anggota dengan tepat sehingga uang di kas seminimum mungkin.

Dengan demikian, semua simpanan yang masuk didayagunakan secara optimal tidak ada yang idle (tidak dimanfaatkan). Semuanya berputar kembali secara cepat dan tepat. Ada atau tidak ada inflasi penataan ZCA ini perlu dipacu secara terus-menerus untuk meningkatkan penggunaan uang secara efisien.

Dalam keadaan inflasi biasanya tingkat bunga pinjaman dalam koperasi cenderung naik. Hal ini biasanya dikaitkan dengan cara menghitung tingkat bunga yang didasarkan pada tingkat bunga yang dianggap normal ditambah dengan tingkat inflasi yang bakal terjadi.

Misalnya diperkirakan angka inflasi tujuh persen pada tahun 1991 (perkiraan Iwan Jaya Azis), maka kalau kita beranggapan bahwa tingkat bunga normal di koperasi kita satu bulan satu persen, maka bunga pinjaman yang kita berikan sekitar satu persen ditambah 7/12 persen atau sekitar 1,58 persen sebulan, maka per bulan setelah ditambah dengan unsur kemungkinan ini dibulatkan menjadi 25 persen. Biasanya tingkat bunga normal ini dilihat dari apa yang ada dalam kenyataan di koperasi atau yang diberlakukan selama ini dikaitkan dengan realita yang ada di sekitarnya.

Disarikan dari buku: Pengembangan Koperasi, Penulis: Thoby Mutis, Hal: 99 – 100.