Dari hasil kerja nyata yang dilakukan baik dalam rangka pengerahan tenaga kerja sarjana muda dan penataran koperasi dapatlah dikemukakan berbagai persoalan yang dihadapi koperasi dewasa ini.

Persoalan ini dapat dikelompokkan sebagai berikut:

  1. Bertambahnya persaingan dari badan usaha yang lain yang secara bebas memasuki bidang usaha yang sedang ditangani oleh koperasi misalnya usaha huller;
  2. Karena dicabutnya fasilitas-fasilitas tertentu koperasi tidak dapat lagi menjalankan usahanya dengan baik, misalnya usaha penyaluran pupuk yang ada pada waktu lalu disalurkan oleh koperasi melalui koperta sekarang tidak lagi sehingga terpaksa mencari sendiri ke Dolog;
  3. Tantangan masyarakat sendiri terhadap koperasi; karena kegagalan koperasi pada waktu yang lalu tanpa adanya pertanggungjawaban kepada masyarakat menimbulkan ketidakpercayaan pada masyarakat tentang pengelolaan koperasi;
  4. Adanya peraturan-peraturan pemerintah (daerah) yang mencampuri kehidupan koperasi misalnya mengambilalih usaha koperasi (kasus koperasi perikanan laut yang sekaligus mematikan usaha koperasi); dan
  5. Tingkat harga yang selalu berubah (naik) sehingga pendapatan penjualan sekarang tidak dapat dimanfaatkan untuk meneruskan usaha, justru menciutkan usaha.
  6. Kebanyakan pengurus koperasi telah lanjut usia sehingga kapasitasnya terbatas;
  7. Pengurus koperasi juga tokoh dalam masyarakat, sehingga “rangkap jabatan” ini menimbulkan akibat bahwa fokus perhatiannya terhadap pengelolaan koperasi berkurang sehingga kurang menyadari adanya perubahan-perubahan lingkungan;
  8. Bahwa ketidakpercayaan anggota koperasi menimbulkan kesulitan dalam memulihkannya;
  9. Oleh karena terbatasnya dana maka tidak dilakukan usaha pemeliharaan fasilitas (mesin-mesin), padahal terkadang berkembang pesat; hal ini mengakibatkan harga pokok yang relative tinggi sehingga mengurangi kekuatan bersaing koperasi.
  10. Bahwa administrasi kegiatan-kegiatan belum memenuhi standar tertentu sehingga menyediakan data untuk pengambilan keputusan tidak lengkap; demikian pula data statistis kebanyakan kurang memenuhi kebutuhan.
  11. Anggota kebanyakan kurang solidaritasnya untuk berkoperasi; di lain pihak anggota banyak berutang kepada koperasi;
  12. Dengan modal usaha yang relatif kecil maka volume usaha terbatas; akan tetapi bila ingin memperbesar volume kegiatan, keterampilan yang dimiliki tidak mampu menanggulangi usaha besar-besaran; juga karena insentif rendah orang tidak tergerak hatinya menjalankan usaha besar yang kompleks.

Pada hakikatnya soal-soal yang dihadapi koperasi Indonesia ini identik dengan apa yang dihadapi oleh perusahaan (kecil) lainnya di Indonesia.

Dengan demikian pembinaan koperasi di Indonesia sebenarnya juga identik dengan pembinaan yang ditujukan pada pengusaha (pribumi) lemah. Akan tetapi mungkin lebih sulit lagi karena karakteristik koperasi Indonesia yang esensinya tidak lepas dari asas kekeluargaan/gotong royong justru bila dikaji menimbulkan berbagai kontradiksi dalam pelaksanaan (timbul ekses-ekses yang tidak diinginkan).

 

Disarikan dari buku: Manajemen Koperasi edisi 5, Penulis: Prof. Dr. Sukanto Reksohadiprodjo, M.Com. Hal : 32 – 34