Jakarta – Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro berharap koperasi di Indonesia mampu berkembang hingga selevel dengan perusahaan. Ia menilai koperasi berpotensi besar untuk berkembang.

Bambang mengatakan banyak koperasi yang sukses memiliki pendapatan setara dengan perusahaan terbuka tapi belum terpublikasi. “Selama ini kebanyakan koperasi hanya dianggap sebagai formalitas, bukan sebagai media pengembang ekonomi,” katanya di Hotel Santika, Jakarta, Jumat, 3 Juni 2016. Dengan publikasi, ia optimistis perspektif masyarakat tentang koperasi perlahan-lahan akan berubah.

Menurut Bambang, untuk membentuk koperasi yang mumpuni, faktor terpenting ialah memilih manajemen yang profesional. “Kesungguhan pengembangan koperasi harus dimulai dari manajemen profesional yang mampu mengembangkan investasi,” ujarnya.

Bambang juga mendukung Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil-Menengah untuk mencari benchmark dari koperasi yang sukses mengelola manajemennya. Patokan tersebut nantinya ditetapkan ke semua koperasi.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pun diajak bekerja sama dengan menyusun pengembangan materi pembelajaran tentang koperasi. “Sewaktu sekolah, saya justru diajari sejarah korupsi,” tuturnya.

Namun, Bambang mengatakan, saat itu dia belajar tentang teori koperasi tanpa motivasi yang cukup. Karena itu, menurut dia, pelajar seharusnya diberi pemahaman bahwa koperasi bisa berkembang seperti perusahaan terbuka.

Sumber: Tempo.co.