Hari Jumat, tanggal 13 Mei 2016. Pengurus Koperasi Yayasan Penabulu, diberi kesempatan oleh Ketua dan Pengawas Koperasi pemasaran Lumbung Desa, untuk mendesain simpan pinjam dengan skema Syariah. Program ini, akan digulirkan di Pasar Rebo, belakang Pasar Induk. Ibu Santoso (Ketua Koperasi Lumbung Desa), menegaskan target program adalah ibu-ibu sektor informal yang berdagang dan memperoleh upah dari mengupas bawang.

Kemudian Bapak Ali Chandra (Pengawas Koperasi Lumbung Desa) menyampaikan, bahwa lokasi program didukung oleh lokasi PAUD Cerdas Bangsa, dimana Ibu-ibu menaruh harapan buah hatinya kepada skema pendidikan yang dikembangkan oleh para pengajar Cerdas Bangsa. PAUD Cerdas Bangsa, berdiri sejak 5 tahun yang lalu, untuk menjembatani pendidikan informal dan kecakapan hidup.

Program ini digulirkan, agar terbebas dari jeratan rentenir dan Ibu-ibu bisa mengembangkan skala usahanya menjadi lebih baik, yaitu melalui pemberian modal bergulir dan pendampingan usaha. Bapak Abas (Pengawas Koperasi Lumbung Desa), bahwa model yang digabungkan adalah model Grameen bank dan sistem ekonomi syariah, dimana pinjaman diberikan kepada kelompok usaha dan guliran sistem syariah. Bahwa perempuan adalah manajer terbaik dalam pengelolaan keuangan.

Hadir dalam pertemuan tersebut, Agung Fajar dan Misan (manajer Simpan Pinjam Koperasi Penabulu), yang berbagi cerita dan pengalaman, untuk pengembangan program. Misan, banyak berbagi cerita tentang pengetahuan ekonomi syariah yang didapatkan selama di bangku kuliah. (Agf, 16/5)