Sidoarjo – Kementerian Komunikasi dan Informasi meluncurkan program satu juta domain untuk pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), Jumat, 20 Mei 2016. Program ini ditujukan untuk memudahkan para pelaku UMKM mempromosikan produknya serta meningkatkan transaksi online.

Direktur e-Business Ditjen Aplikasi dan Telematika Kementerian Kominfo, Azhar Hasyim, mengatakan program satu juta domain ditargetkan tercapai pada 2018 dengan anggaran sekitar Rp 240 miliar. “Saat ini baru kami uji cobakan 20 ribu domain di empat provinsi di Jawa,” kata Azhar di Kantor Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Timur.

Keempat provinsi itu adalah Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Barat. Masing-masing mendapatkan lima ribu domain. Namun dari 20 ribu domain yang sudah diujicobakan, baru 10 ribu domain yang sudah terverifikasi. “Sebagian dari 10 ribu domain itu sudah beroperasi,” katanya.

Setelah di empat provinisi itu, kata dia, rencananya pada Agustus 2016, sebanyak 330 ribu domain akan diujicobakan kepada para pelaku UMKM yang berada di 20 provinsi. Menurut Azhar, pada tahun ini ada 350 ribu domain, 2017 ada 350 ribu domain, dan 2018 ada 300 ribu domain.

Azhar mengatakan program ini diberikan secara gratis kepada pelaku UMKM selama satu tahun dengan kapasitas tiap domain sebesar 100 megabyte. “Diharapkan setelah setahun mereka bisa mandiri. Sehingga tahun selanjutnya giliran pelaku UMKM lain,” katanya. Dasar program ini, kata dia, selain membantu UMKM mempromosikan produknya secara online, pemerintah ingin meningkatkan transaksi online pada 2020 mencapai Rp 1.800 triliun. “Berdasarkan kajian yang pernah kami lakukan, berjualan secara online bisa meningkatkan pendapatan 26-75 persen.”

Sumber: Tempo.co.