Gerakan Hejo sebagai organisasi kemasyaraatan peduli lingkungan yang berdiri sejak 2015, atas inisiasi sesepuh Jabar Solihin GP (91), dan kini dipimpin oleh Eka Santosa, salah satu tujuannya – mengembalikan tata nilai warga Jabar – menghutankan kembali sumber air di tatar Sunda. Di aula BPMPD (Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa) Jl. Otista No 175 Tarogong Garut, pada Sabtu, 17 September 2016 mengadakan diskusi bersama bertemakan – Meningkatan Peran dan Kapasitas Pemerintahan Desa.“Kami sambut baik prakarsa Kang Eka Santosa (Ketua Gerakan Hejo – red) untuk mendampingi desa di bidang lingkungan hidup dan tata kelola keuangan melalui Penabulu Alliance”, sambut Teddi Iskandar, Kepala BPMD Kab. Garut mewakili pemerintah setempat.

Sementara Aji Sekarmaji, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Garut yang juga mengikuti pemaparan serta berdialog dengan sejumlah kepala desa, membuka kesemputan kepada Gerakan Hejo untuk ikut memberdayakan bank sampah, misalnya:”Sampah plastik dan semacamnya di berbagai pelosok Garut, sudah menjadi persoalan krusial. Bersyukur bila Gerakan Hejo bersedia membantu mencari solusinya. Bukankah SDM-nya tersedia?”.

Inti forum ini pemaparan dari Penabulu Alliance hari itu membedah salah satunya aplikasi SIAP Desa, yakni pengelolaan dan penyusunan pelaporan Pendapatan Asli Desa (PAD), Dana Perimbangan, Alokasi Dana Desa (ADD), juga mencakup sumber penerimaan baru bagi desa, Dana Desa bersumber APBN sesuai UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa.

“Aplikasi yang kami tawaran sepenuhnya diserahkan kepada kepentingan kepala desa. Kami adalah relawan, dan tak pernah memaksanan penggunaan aplikasi ini. Yang jelas hal ini sudah diterapkan secara luas di berbagai provinsi di Indonesia. Karenanya, mari kita kaji bersama dalam forum ini”, jelas Sardi, salah satu pemapar dari jajaran Penabulu Alliance.

Bagi Retno Suratno, Ketua Gerakan Hejo Kabupaten Garut, kegiatan ini merupakan lanjutan dari beberapa aktivitas menghijauan Jabar .”Kehadiran Penabulu Alliance untuk pendampingan para kepala desa, sepintas tak berkaitan dengan penghijauan. Namun demikian, melalui desa yang kuat dalam artian bagus tata kelola keuangannya, otomatis program penghijauan pun akan sinergi di dalamnya”.

Beberapa kepala desa yang ikut dalam forum ini rata-rata berkomentar positif:” Ada kelebihan tersendiri dalam penjelasan aplikasi ini. Kang Eka Santosa memberi keterbukaan dan kebebasan untuk menggunakan aplikasi SIAP Desa. Uniknya, prakarsa desa untuk berinovasi dalam pengembangan potensi desa diwadahi Gerakan Hejo”.

Sumber: destinasianews.com.