Koperasi adalah kumpulan orang-orang bukan kumpulan modal atau uang, oranglah yang menjadi penentu. Jadi keberpihakan kebijakan bukan pada seberapa besar kepemilikan modal yang dimiliki seseorang, tapi kemampuan dan ide orang-oranglah yang menjadi penentu. Oleh sebab itu, Koperasi tidak hanya pandai mengandakan uang tapi juga harus pandai membuat anggotanya pintar dan cerdas, ungkap Muhammad Arsyad Dalimunte dalam pendidikan manajer Koperasi yang di gelar di Cibodas 17 Januari 2017.

Pada training angkatan pertama ini dihadiri oleh 20 peserta yang datang dari Jambi, Lampung, Jakarta, Solo, Banten dan Cirebon. Peserta yang datang dalam training ini beragam, dari unit simpan pinjam, investasi, keungan dan manager sendiri.  Peserta antusias dengan mengikuti sesi pertama ini yang dimulai jam 18.00 hingga jam 22.00, tidak hanya pertemuan formal, diskusi informal juga digelar selepas training usai.

Menurut Arsyad, berkoperasi itu adalah tentang keyakinan selebihnya adalah teknis. Jadi harusnya 95% dari unsur koperasi adalah keyakinan untuk bisa berkolaborasi dan sejahtera bersama, 5%nya barulah bicara teknis. Jadi harusnya Koperasi memiliki ikrar bersama untuk sejahtera bersama dengan membesarkan koperasi secara kolektif. Secara teknis seharusnya anggota Koperasi hanya belanja di toko yang didirikan oleh koperasi agar keberlanjutan toko koperasi bisa berkembang. Karena itu, unit Koperasi harus bisa memenuhi kebutuhan semua anggota seperti kebutuhan pokok, kebutuhan sekunder, tersier dan seterusnya.

Perusahaan Koperasi merupakan manifestasi dari layanan Koperasi kepada pada anggotanya. Karena kebutuhan anggota kian lama kian berkembang, Karena itu Koperasi juga harus bisa berkembang memenuhi kebutuhan tersebut. Perusahaan Koperasi dibentuk untuk memanfaatkan peluang yang ada, namun perusahaan Koperasi tidak boleh rakus dengan membuat produk yang sudah dibuat anggota. Karenanya perusahaan ini bisa membuat produk baru yang besar, yang secara individu tidak bisa dilakukan oleh anggota.

Akhirnya, Koperasi adalah kita, jika koperasi tidak bisa mensejahterakan anggotanya maka sebaiknya Koperasi dibubarkan saja. Sebab pasti akan lebih banyak mudharatnya ketimbang manfaatnya. Karena itu, semangat berkoperasi juga didukung oleh semangat kebersamaan yang tinggi dan kekompakan yang tinggu pula.